JAYA KUSUMA UNTUK SEMUA

Wadah energi muda Singosaren

Laman

One Man One Tree

One Man One Tree
Pak Lurah dan Pemuda Singosaren Menanam Jati
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Desember 2009

Forum Komunikasi Pemuda Singosaren

Jumat (25/12) lalu merupakan momen yang sangat berharga bagi KT Jaya Kusuma. Hal ini disebabkan malam itu, pengurus KT Jaya Kusuma berhasil mempertemukan perwakilan dari organisasi pemuda dusun dalam satu forum. Harapannya adalah forum ini menjadi forum komunikasi dan penyambung silaturahmi antara gerakan pemuda satu dusun dengan dusun lainnya.

Di Desa Singosaren, ada delapan dusun dimana di masing-masing dusun tersebut ada organisasi pemudanya. Namun, selama ini masing-masing organisasi masih cenderung bergerak sendiri-sendiri. Meskipun ada beberapa kegiatan yang melibatkan beberapa organisasi dusun, hal itu dirasa masih kurang menyeluruh. Kehadiran Karang Taruna sebagai organisasi di tingkat desa diharapkan dapat menjadi payung dan penyambung organisasi-organisasi tersebut.

Ada beberapa agenda yang dibicarakan dalam forum tersebut. Pertama adalah mengenai pembagian dana bantuan operasional bagi organisasi muda dusun dari ADD tahun 2009. Dana ini merupakan bagian dari alokasi yang diperuntukkan untuk Karang Taruna. Oleh karena itu, pembagiannya dipercayakan kepada karang taruna.

Dalam agenda ini, ada permasalahan yang dirasa perlu didiskusikan. Dari kebijakan yang ditetapkan desa mengenai alokasi dana tersebut, pembagian dana didasarkan pada jumlah padukuhan, bukan jumlah dusun. Alhasil, setiap padukuhan mendapatkan jatah yang sama, yaitu 500ribu rupiah. Padahal, masing-masing padukuhan tidak mempunyai jumlah dusun yang sama. Padukuhan III khususnya yang mempunyai jumlah dusun lebih banyak daripada padukuhan I dan II. Apabila pembagian dana operasional tersebut sesuai dengan alokasi yang ditetapkan desa, maka akan terjadi ketimpangan antar organisasi dusun.

KT Jaya Kusuma yang dipercaya untuk membagikan dana ini berinisiatif untuk memfloorkan kepada forum. Namun, sebelumnya sudah meminta pertimbangan dari pihak kelurahan terlebih dahulu tentang beberapa alternatif kebijakan yang mungkin diambil.

Dari diskusi yang berlangsung, seluruhnya sepakat jika uang tersebut dibagi rata kepada 8 organisasi yang ada dan bukan berdasarkan padukuhan. Selain itu, ada usulan tambahan dari beberapa orang yang menyarankan agar Karang Taruna memberikan subsidi agar perhitungannya menjadi bulat. Dari 1,5 juta dari ADD ditambah dengan 100ribu dari Karang Taruna dibagikan kepada 8 organisasi yang ada. Alhasil, masing-masing organisasi mendapat dana bantuan operasional sebesar 200ribu.

Hasil ini merupakan cerminan adanya keterbukaan pikiran dan solidaritas yang tinggi antar organisasi pemuda dusun yang ada di Singosaren.

Selain agenda tersebut, forum komunikasi pemuda Singosaren diisi dengan pemberian sambutan dan motivasi dari Lurah Desa Singosaren, H. Joko Prayitno, yang menghimbau seluruh pemuda Singosaren untuk bergerak bersama memajukan desa ini. Salah satu langkah awalnya adalah dengan adanya gerakan bersama untuk menanam pohon di sepanjang tepi sungai gadjah wong. HIDUP PEMUDA SINGOSAREN!!! (Lisa L.)

Selasa, 17 November 2009

DARI SEMOYAN BARENG-BARENG KE NEGERI DI ATAS AWAN..


Sangat melelahkan. Itulah yang kami rasakan sepanjang perjalanan menuju Pos II Jalur Pendakian Merapi, Minggu pagi (15/11) lalu. Namun, rasa lelah itu bukanlah tanpa arti. Rasa lelah itu terbayar oleh hijaunya alam pegunungan yang menyapa kami. Keindahan itu mampu mengobati dan membuat kami lupa akan lelah yang kami rasakan.

Itulah keindahan Merapi yang pada hari-hari biasa hanya dapat kita lihat dari kejauhan. Dimana puncaknya yang terkadang mengeluarkan asap tebal menutupi keagungannya. Bahkan tak jarang Merapi mengeluarkan leleran lahar yang mengerikan, namun tetap mampu menjadi pemandangan yang mempersona.

Sabtu (14/11) lalu, Organisasi Muda Semoyan (OMS) mengadakan pendakian massal ke Pos II Jalur pendakian Gunung Merapi Yogyakarta. Acara yang diketuai oleh Danu Iskandar ini diikuti oleh sekitar 40 orang. Sebagian besar peserta adalah teman-teman dari Dusun Semoyan. Namun, ada juga beberapa peserta yang berasal dari luar Dusun Semoyan. Beberapa diantaranya adalah teman-teman dari Karang Taruna Jaya Kusuma.

Perjalanan dimulai pada Sabtu Sore. Kami berkumpul di lapangan parkir Semoyan sekitar pukul 16.00 wib. Setelah itu, kami berangkat menggunakan bus menuju Rumah Mbah Maridjan. Namun, ternyata bus tidak berhenti tepat di depan rumah Mbah Maridjan. Peserta harus berjalan kaki sekitar ½ km terlebih dahulu untuk menuju ke rumah singgah kami. “Ini untuk pemanasan”, kata ketua panitia.

Dengan bersimbah peluh akhirnya kami sampai di rumah mbah Maridjan setelah adzan magrib berkumandang. Kami pun segera menuju mushola untuk menunaikan sholat Magrib sekalian membasuh tubuh kami agar segar kembali. Setelah itu acara dilanjutkan dengan makan malam.

Panitia menjadwalkan pendakian akan dimulai pada jam 02.00 wib dini hari. Oleh karena itu, pada malam harinya kami masih mempunyai waktu untuk beristirahat. Namun, keindahan malam Merapi serasa tak rela kami tinggal tidur begitu saja. Panitia mengadakan acara api unggun yang bertempat di Bebeng. Untuk mencapai tempat itu kita harus berjalan lagi.

Meskipun berjalan sangat meriah, acara api unggun tidak boleh selesai terlalu larut, karena kami harus menyimpan energi untuk pendakian inti. Oleh karena itu, menjelang Jam 00.00 wib, kami kembali ke rumah singgah dan beristirahat.

Jam 01.30 wib, banyak alarm berbunyi sebagai tanda kita harus bersiap-siap untuk melakukan pendakian. Jam 02.00 wib lebih sedikit kami sudah siap untuk diberangkatkan. Untuk memudahkan perjalanan dan pengawasan, peserta dibagi dalam 4 kelompok. Setiap kelompok berada di bawah komando seorang komandan yang dianggap telah menguasai medan pendakian. Perjalananpun dimulai.

Dari Rumah Mbah Maridjan, tujuan kami adalah menuju Gerbang Merapi. Dari gerbang merapi kami baru mulai dilepas perkelompok, menuju Pos I.

Perjalanan menuju Pos I memakan waktu sekitar 1 ½ jam, ditambah dengan beberapa kali beristirahat. Pada awalnya jalan tidak terlalu terjal. Semakin ke atas jalannya semakin terjal. Namun, berbekal semangat, kami dapat melewatinya, meskipun harus berkali-kali berhenti, minum, dan menghirup udara dalam-dalam. Menurut mas Wahyu yang sudah sangat berpengalaman mendaki, yang membuat kita kuat bukan hanya fisik kita tetapi yang lebih menentukan adalah semangat kita. Hal itulah yang membuat kami terus-terusan saling memberi semangat sepanjang perjalanan. Bernyanyi, bercanda, bahkan berteriak-teriak memanggil-manggil teman yang ada di kelompok lain. Alhasil, hutan yang biasanya sunyi senyap menjadi ramai.

Sesampai di Pos I kami beristirahat untuk kesekian kalinya sambil menikmati indahnya malam menjelang pagi, diatas gunung. Sungguh sangat mengagumkan. Taburan bintang yang terasa sangat dekat membuat kami semakin mengagumiNya. Zat yang mencipta dan memiliki semua ini. Hanya saja, kita tak bisa berlama-lama di Pos I. Perjalanan masih cukup panjang, dengan jalan yang tentu saja semakin terjal.

Pada perjalanan menuju Pos II, matahari serasa tak mau kalah dengan kami. Keinginan untuk menikmati Matahari Terbit dari Pos II pun harus kami kubur dalam-dalam, karena sang surya sudah muncul menerangi alam raya ini. Namun, kita tetap bersemangat menuju kesana.

Sesampainya disana, kami segera menunaikan sholah shubuh berjamaah. Setelah itu barulah kita bersantai menikmati indahnya Gunung Merapi. Keindahan yang sangat sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Inilah Negeri di Atas Awan. Kami menyebutnya seperti itu karena memang ketinggian Pos II ada di atas ketinggian awan yang biasa kita nikmati dari bawah sana.

Meskipun lelah, semua itu terbayar. Namun, perjalanan kita belum berakhir. Kita masih harus kembali ke rumah singgah, kemudian meneruskan perjalanan menuju Kaliurang. Karena bis kita menunggu di sana. ”Walah mlaku meneh?”, celetuk salah satu peserta. SEMANGAT!!!

Selasa, 18 Agustus 2009

SENTRA KERAJINAN LILIN KREATIF Sebuah Harapan

Selasa, 18 Agustus 2009 lalu, KT Jaya Kusuma bekerjasama dengan LKM Singosari Sejahtera mengadakan PELATIHAN PEMBUATAN LILIN KREATIF. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang berasal dari kedelapan dusun di Desa Singosaren. Bukan hanya dimininati oleh remaja putri, pelatihan ini juga menarik minat dari para remaja putra. Acara ini diselenggarakan oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Jaya Sejahtera yang merupakan perwujudan dari Karang Taruna Jaya Kusuma bekerjasama dengan LKM Singosari Sejahtera.

Kerjasama ini berawal dari program kerja yang telah disusun oleh pihak LKM. Salah satu program kerja tersebut adalah pelatihan kerja yang ditujukan untuk remaja putus sekolah. Pelatihan bertujuan untuk memberikan keterampilan kerja bagi mereka yang memang membutuhkan. Bersamaan dengan akan akan dilaksanakannya program tersebut, KT Jaya Kusuma secara terpisah berencana mengadakan pelatihan pembuatan lilin kreatif bagi anggota karang taruna dan seluruh pemuda Singosaren yang memang berminat. Program ini merupakan program dari seksi pemberdayaan perempuan yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat wirausaha. Adanya program dengan tujuan yang pada dasarnya sama ini dipertemukan oleh anggota KT yang kebetulan juga menjadi anggota LKM. Melalui beberapa perbincangan, kedua program ini diselaraskan. Program yang lahir dari dua lembaga ini merupakan wujud kerjasama antar lembaga dalam rangka memajukan Desa Singosaren.

Program ini telah dilaksanakan pada tanggal 18-19 Agustus 2009 di Balai Desa Singosaren. Acara berlangsung mulai pukul 13.00 – 17.00 wib. Pelatihan ini mendatangkan trainer dari SMTI (Sekolah Menengah Teknik Industri) Yogyakarta. Trainer tersebut terdiri dari seorang Guru SMTI, Bapak Mawardi, dan empat asisten yang merupakan lulusan dari sekolah itu juga. Mereka adalah Andi Oktavianto, Adi Restu Pradiwa, Fitri Arief Noorkharisma, dan Budiawan Rizki Akbar.

Pada hari pertama, peserta pelatihan dikenalkan dengan bahan-bahan dan cara pembuatannya. Selain itu, peserta juga diminta untuk membuat cetakan lilin sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Cetakan inilah yang nantinya dipergunakan untuk mencetak lilin. Baru kemudian pada hari kedua, seluruh peserta diberi kesempatan untuk praktek membuat lilin dan membentuknya menjadi apa yang mereka inginkan.

Mula-mula bahan utama berupa lilin padat dan pelengkapnya dipanaskan hingga benar-benar mencair. Setelah itu, diberi pewarna dan jika diperlukan bisa ditambahi dengan pewangi. Setelah itu, campuran tersebut dituang dalam cetakan dan tunggu hingga mengeras. Lilin padat kreatif siap dipasarkan. Jika ingin menambah nilai jual, lilin tersebut dapat dikemas dalam kemasan yang menarik. Semoga pelatihan ini dapat menginspirasi pemuda Singosaren untuk berwirausaha. Kedepannya, ada harapan untuk menjadikan Singosaren sebagai sentra kerajinan lilin kreatif.